'Liman Seta' dalam bahasa Sansekerta berarti 'Gajah Putih', yaitu binatang yang besar, kuat, dan hanya sedikit jumlahnya, menandakan bahwa anggota ambalan Liman Seta adalah orang-orang yang terpilih dan dapat diandalkan.
Makna lambang Liman Seta:
1. Gajah Putih: diambil dari Prasasti Ciaruteun yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara (450 Masehi) yang ditemukan di Sungai Ciampea. Prasasti itu berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta dengan bentuk kalimat syair. Kalimat syair itu berbunyi:
"Ini bekas dua kaki Dewa Wishnu ialah kaki yang mulia sang Raja Purnawarman yang gagah di dunia."
yang terdapat tapak kaki gajah yaitu gajah putih Liman Seta. Wujud gajah putih yang perkasa ini diambil sebagai kenangan saat mendapatkan nomor gugus depan 05025.
2. Bentuk badge segitujuh dan tujuh sudut mahkota Liman Seta: mengartikan tujuh orang anggota yang turut dalam pengambilan nomor gugus depan dan orang-orang yang mendirikan ambalan Liman Seta.
3. Dasar badge berwarna merah: diartikan sebagai semangat yang membara dan keberanian untuk membangun dan memajukan ambalan Liman Seta.
4. Dasar Liman Seta berwarna putih: diartikan sebagai gajah putih yang keramat dan merupakan ciri kesucian jiwa anggotanya.
5. Tunas kelapa berwarna hijau atau masih muda: diambil dari kenyataan bahwa pada saat pengambilan nomor gugus depan, walaupun masih baru dan belum berpengalaman, tetapi sudah dapat memenangkan pertarungan dan merupakan arti dari himpunan orang-orang muda yang berpotensi besar.
6. Liman Seta yang mengaitkan belalainya pada tunas kelapa hijau: adanya persatuan dan kesatuan dalam ambalan Liman Seta untuk memajukan ambalan, sehingga jaya bagi ambalan pada khususnya dan gerakan pramuka pada umumnya.



Lambang & Maknanya
'Wijaya Kusuma' adalah nama tumbuhan yang bunganya indah bila sedang mekar pada 12.00 WIB tengah malam dan pagi harinya kuncup kembali.