.: Ambalan Liman Seta - Wijaya Kusuma :.

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Beranda Lambang & Maknanya
Lambang & Maknanya

Lambang Liman Seta & Maknanya

'Liman Seta' dalam bahasa Sansekerta berarti 'Gajah Putih', yaitu binatang yang besar, kuat, dan hanya sedikit jumlahnya, menandakan bahwa anggota ambalan Liman Seta adalah orang-orang yang terpilih dan dapat diandalkan.

Makna lambang Liman Seta:

1. Gajah Putih: diambil dari Prasasti Ciaruteun yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara (450 Masehi) yang ditemukan di Sungai Ciampea. Prasasti itu berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta dengan bentuk kalimat syair. Kalimat syair itu berbunyi:

"Ini bekas dua kaki Dewa Wishnu ialah kaki yang mulia sang Raja Purnawarman yang gagah di dunia."

yang terdapat tapak kaki gajah yaitu gajah putih Liman Seta. Wujud gajah putih yang perkasa ini diambil sebagai kenangan saat mendapatkan nomor gugus depan 05025.

2. Bentuk badge segitujuh dan tujuh sudut mahkota Liman Seta: mengartikan tujuh orang anggota yang turut dalam pengambilan nomor gugus depan dan orang-orang yang mendirikan ambalan Liman Seta.

3. Dasar badge berwarna merah: diartikan sebagai semangat yang membara dan keberanian untuk membangun dan memajukan ambalan Liman Seta.

4. Dasar Liman Seta berwarna putih: diartikan sebagai gajah putih yang keramat dan merupakan ciri kesucian jiwa anggotanya.

5. Tunas kelapa berwarna hijau atau masih muda: diambil dari kenyataan bahwa pada saat pengambilan nomor gugus depan, walaupun masih baru dan belum berpengalaman, tetapi sudah dapat memenangkan pertarungan dan merupakan arti dari himpunan orang-orang muda yang berpotensi besar.

6. Liman Seta yang mengaitkan belalainya pada tunas kelapa hijau: adanya persatuan dan kesatuan dalam ambalan Liman Seta untuk memajukan ambalan, sehingga jaya bagi ambalan pada khususnya dan gerakan pramuka pada umumnya. 

Last Updated on Wednesday, 15 October 2008 05:10
 

Lambang Wijaya Kusuma & Maknanya

'Wijaya Kusuma' adalah nama tumbuhan yang bunganya indah bila sedang mekar pada 12.00 WIB tengah malam dan pagi harinya kuncup kembali.

Pada zaman raja-raja dahulu di Pulau Jawa jika akan diangkat menjadi raja, orang harus memetik bunga tersebut  yang tumbuhnya hanya di sebuah pulau yang letaknya di selatan Pulau Jawa dan harus menyeberangi Lautan Hindia yang sangat berbahaya. Bila dapat memetiknya, tentu ia akan menjadi raja, bila kembali dengan selamat ke Pulau Jawa.

 Makna lambang Wijaya Kusuma:

1. Bunga: adalah lambang dari seorang wanita jelita, lemah lembut tutur katanya, kasih sayang terhadap makhluk sesama ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

2. Putih: berarti suci, ada yang mekar berarti, setelah menuntut ilmu akan menyumbangkannya dan mengamalkannya, khususnya kepada masyarakat dan umumnya kepada nusa, bangsa, dan agama. Terdiri dari kelompok, yang berarti itu adalah masyarakat Indonesia.

3. Daun hijau: adalah bangsa yang mempunyai harapan baik.

4. Dasar merah: adalah berani, pantang mundur dan menyerah dalam menuntut ilmu juga dalam segala bidang.

5. Tangkai cokelat: berarti disiplin, taat, dan patuh kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga kepada orang tua serta pemimpin.

6. Segienam: didirikan oleh enam orang dewan ambalan.

Last Updated on Saturday, 11 October 2008 16:40
 



Login

Latest Events

Yang Sedang Online

Tidak ada